5 Mitos Seputar Air Dingin Terhadap Kesehatan

Ada beberapa mitos seputar air dingin terhadap kesehatan yang perlu diketahui. Masih banyak masyarakat yang percaya pada mitos tertentu seputar air dingin dan pengaruhnya terhadap kesehatan. Apa saja mitos-mitos tersebut?

Air putih memang bagus untuk diminum setiap hari. Bahkan minimal dianjurkan setiap orang untuk meminum air sebanyak delapan gelas sehari. Namun disamping itu ada beberapa mitos seputar pengaruh air putih terutama air dingin yang diminum terhadap kesehatan. Berikut adalah lima mitos seputar air dingin terhadap kesehatan.

Minum air dingin setelah makan berpotensi kanker

Ada informasi yang mengatakan bahwa sering minum air yang dingin setelah makan bisa menyebabkan kanker pada tubuh. Alasannya adalah ketika kita mengkonsumsi makanan dan meminum air dingin setelahnya, nutrisi dan lemak yang kita konsumsi akan mengeras dan menempel pada dinding usus. Karena penebalan ini lama-kelamaan akan berpotensi menjadi kanker. Apakah hal tersebut benar?

Hal ini adalah mitos. Alasannya adalah ketika seseorang meminum air dingin ataupun hangat, maka tubuh akan berusaha menyesuaikan suhu air yang masuk, termasuk ketika meminum air sangat dingin sekalipun, sehingga suhu air dingin yang masuk ke tubuh akan dinetralisir menjadi mendekati suhu tubuh.

Namun ketika setelah makan seringkali meminum air yang dingin mungkin saja dapat beresiko mengganggu pencernaan kita. Akan tetapi jika sampai terjadi penebalan pada usus dan berefek pada kanker, hal tersebut Adalah tidak benar karena belum ada penelitian secara medis yang mengatakan bahwa meminum air dingin setelah makan dapat menyebabkan kanker.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika Anda seringkali mengkonsumsi air dingin setelah makan. Misalnya ketika sedang mengkonsumsi bakso atau sup yang panas, kemudian langsung meminum air dingin, hal ini tentu kurang baik karena dapat menyebabkan ngilu pada gigi dan dapat membuat gigi Anda rusak akibat perbedaan suhu yang signifikan. Bahkan tidak sedikit yang mengalami rasa ngilu yang cukup lama ketika mengkonsumsi makanan yang panas kemudian langsung diselingi dengan minum air yang dingin. 

Meminum air dingin setelah olahraga dapat membantu menurunkan berat badan

Hal ini termasuk mitos. Seperti diketahui jumlah kalori pada air memang nol, tapi tidak akan mempengaruhi jumlah berat badan pada saat minum air dingin setelah selesai berolahraga. Bahkan ketika setelah berolahraga langsung meminum air dingin dengan cepat dapat berpotensi menimbulkan keram pada perut. Bahkan pada sebagian orang ketika suhu tubuh sedang panas sehabis olahraga dan langsung meminum air dingin/air es dengan cepat dapat menimbulkan sakit kepala karena perbedaan suhu tubuh dan air yang diminum.

Kuman dan bakteri pada air yang didinginkan akan mati

Hal ini adalah tidak benar, sebenarnya kuman dan bakteri pada air yang didinginkan dengan suhu tertentu pada dasarnya tidak ada yang mati. Memang sebagian bakteri tertentu pada air yang didinginkan akan mati, terutama pada air yang dibekukan menjadi es. Namun ketika suhu air menjadi netral, atau pada es yang menjadi cair, bakteri dan kuman akan hidup kembali.

Justru yang benar adalah kuman dan bakteri akan mati ketika air dipanaskan sampai mendidih. Oleh karena itu setiap air bukan kemasan yang akan kita minum harus dimasak dulu sampai mendidih, barulah akan aman untuk diminum sesuai dengan anjuran pola hidup sehat.

Sering minum air dingin dapat menyebabkan kegemukan

Ada sebagian masyarakat yang masih percaya mitos bahwa sering meminum air yang dingin atau air es dapat menyebabkan kegemukan. Hal ini tentu tidaklah benar. Pada air panas atau air dingin sama sekali tidak memiliki kandungan kalori, atau kalori pada air dingin/panas adalah nol sehingga mengkonsumsi banyak air dingin atau panas tidak akan menyebabkan kegemukan.

Adapun setelah meminum air dingin berat badan menjadi bertambah, hal tersebut hanyalah karena berat air dan air yang ada dalam tubuh tersebut tidak akan berubah menjadi lemak. Bahkan meminum air yang banyak bukannya menjadi gemuk tapi akan membuat perut menjadi kembung. Kecuali meminum air dingin dengan gula atau sirup tentu akan menjadi lain cerita karena gula dan sirup memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi dan berpotensi menyebabkan kegemukan.

Mitos Ibu menyusui sering minum air dingin dapat membuat anak yang disusui menjadi flu

Hampir sama dengan meminum air dingin pada umumnya, setiap mengkonsumsi makanan dan minuman yang panas atau dingin pada saat masuk pada tubuh, maka tubuh akan berusaha menetralisir susu makanan dan minuman tersebut agar suhunya mendekati suhu tubuh. Demikian juga pada ibu yang sedang menyusui anaknya. Ketika seorang ibu menyusui meminum air dingin, ketika akan menyusui anaknya, ASI yang keluar akan tetap hangat dan tidak akan menjadi dingin seperti halnya meminum air dingin.

Sehingga informasi Ibu menyusui yang sering meminum air dingin dapat menyebabkan anak yang disusuinya menjadi flu, hal tersebut adalah mitos. Kecuali jika ibu sudah terkena pilek, maka pilek tersebut dapat menular pada anaknya, namun proses penularan bukan pada proses menyusui atau ibu yang sering meminum air dingin.