Apakah Rokok Elektrik Aman sebagai Pengganti Rokok Tembakau?

Apakah rokok elektrik aman dari rokok tembakau? Rokok memang sudah populer sejak awal kemunculannya diseluruh dunia. Namun seiring dengan perkembangan zaman. Munculah rokok elektrik yang sekarang menjadi salah satu yang paling populer di Indonesia setelah rokok tembakau. Namun apakah rokok elektrik sama berbahayanya seperti pada rokok tembakau yang kaya akan nikotin?

Di Indonesia rokok elektrik masih menjadi salah satu komoditi perdagangan yang cukup tinggi. Meskipun populer, rokok elektrik belum mengantongi Izin BPOM dan masih terbebas dari bea cukai. Baik itu rokok elektrik jenis impor maupun produk lokal.

Namun di beberapa negara maju seperti inggris menjadikan rokok elektrik ini menjadi salah satu produk obat-obatan. Sedangkana negara lainnya seperti Brazil dan singapura sudah menetapkan bahwa rokok elektrik dilarang di negara mereka.

Pengertian rokok elektrik: Apa itu rokok elektrik?

Rokok elektrik merupakan rokok virtual yang dibuat dari bahan-bahan cairan kimia tertentu yang dibakar dengan sebuah alat pemanas yang dioperasikan dengan tenaga baterai sehingga ketika dihisap akan menghasilkan sensasi seperti merokok tembakau dan mengeluarkan asap. Bedanya, rokok elektrik menggunakan cairan sebagai bahan “bakar”. Biasanya pada rokok elektrik memiliki rasa-rasa yang tidak dimiliki oleh rokok tembakau seperti rasa buah-buahan dan wangi aromatherapy.

Oleh karena itulah nama alat ini dikenal dengan nama rokok elektrik, karena diperasikan dengan tenaga baterai untuk membuat sebuah sensasi merokok layaknya tembakau. Bukan dibakar dengan api seperti rokok pada umumnya.

Rokok elektrik disebut dengan berbagai nama dan istilah, yakni ada yang menyebutnya e-cig, atau e-ciggarette, namun di Indonesia rokok elektrik lebih dikenal dengan nama vape atau vaporizer. Ada berbagai jenis rokok elektrik yang beredar dipasaran.

Namun secara umum roko elektrik yang paling banyak beredar adalah dua jenis, yaitu rokok elektrik yang mempunyai tabung penyimpanan cairan yang menuyatu dengan baterai; dan yang saat ini lebih populer adalah rokok elektrik dengan tabung cairan dan baterai yang dapat dilepaskan atau terpisah. Kedua jenis ini dipasangi dengan baterai yang dapat diisi ulang (recharging).

Bahan cairan yang terdapat pada roko elektrik terdiri dari berbagai bahan kimia yang didalamnya mengandung  nikotin, propilen, glikol, glisering dan lain-lain. Sebagai penambah rasa biasanya ditambahkan zat perasa seperti buah, aroma terapi dan perasa cokelat.

Bahan cairan ini akan dibakar pada sebuah catridge. Dan catridge ini terdiri dari alat pemanas dan komponen elektrik lainnya untuk mengontrol cairan yang akan dibakar dan menghasilkan sensasi seperti merokok dengan tembakau.

Kontroversi rokok elektrik dari dua sisi

Rokok elektrik di Indonesia begitu populer seperti halnya rokok tembakau. Namun kepopulernya tersebut ternyata menuai kontroversi di kalangan masyarakat. Ada yang menyebut bahwa rokok elektrik ini lebih aman dari rokok tembakau, dan ada juga yang bilang bahwa rokok tembakau sama berbahaya-nya seperti ketika merokok dengan tembakau.

Bahkan sebagian ahli mengatakan bahwa rokok elektrik memiliki efek yang lebih berbahaya dari rokok tembakau karena dibuat dengan cairan kimia yang didalamnya memiliki lebih dari 100 jenis racun yang berbahaya bagi tubuh. Berbeda dengan rokok tembakau yang dibuat alami langusng dari tanaman pohon tembakau yang dipadatkan.

Bagi yang sudah kecanduan merokok tembakau, memang dengan beralih mengkonsumsi rokok elektrik adalah langkah yang cukup baik sebagai langkah “pelan” untuk mulai tidak merokok atau berhenti merokok. Namun disamping semua itu harus dipertimbangkan juga faktor keamanan ketika akan beralih ke rokok elektrik. Seperti kualitas alat seperti baterai dan catridge, atau jenis cairan yang digunakan harus dipastikan keamanannya. Jangan sampai hal ini menjadi bumerang, misalnya menjadi keracunan bahan kimia dan lain-lain.

Beberapa studi yang dilakukan oleh sebagian para ahli di luar negeri ada yang mengatakan bahwa kandungan yang terdapat pada rokok elektrik lebih aman untuk dikonsumsi daripada rokok tembakau. Terutama bagi yang ingin berhenti merokok, langkah untuk beralih ke rokok elektrik adalah langkah yang tepat.

Hal ini sejalan dengan yang dikatakan oleh seorang profesor dari inggris, Kevin Fentondari kepada Public Health England secara terangan-terangan menegaskan bahwa efek keburukan dari tembakau rokok dapat dikurangi dengan beralih ke rokok elektrik. Namun ini hanya mengurangi efeknya saja dan tidak berarti bahwa rokok elektrik bersiko terkena kanker dan penyakit lainnya seperti halnya pada rokok tembakau.

Kandungan pada bahan cairan rokok elektrik

Ada banyak referensi yang mengatakan bahwa rokok elektrik lebih baik dibandingkan dengan rokok tembakau karena kandungan nikotin pada rokok elektrik lebih sedikit dibandingkan dengan rokok tembakau biasa. Namun perlu diketahui bahwa meskipun kandungan nikotinnya lebih sedikit, namun resiko berbahaya seperti kanker dan gangguan janin sama besarnya.

Pada rokok elektrik terdapat tabung atau wadah yang berisi cairan yang disebut dengan istilah liquid. Liquid ini bisa diisi ulang sesuai dengan kandungan dan rasa yang diinginkan. Pada dasarnya liquid ini dipanaskan dengan elemen pemanas yang ada pada catridge. Hasil pemanasan ini akan menghasilkan uap yang akhirnya uap ini dihirup oleh pengguna rokok elektrik tersebut.

Sebetulnya tidaklah sepenuhnya benar bahwa ada yang mengatakan bahwa rokok elektrik itu lebih sehat daripada rokok tembakau biasa. Pada kenyataannya rokok elektrik memiliki bahan yang hampir sama dengan rokok tembakau, bahkan kandungan zat kimianya lebih banyak. Berikut ini beberapa kandungan bahan yang terdapat pada rokok elektrik:

Nikotin

Ya… nikotin. Seperti halnya pada rokok tembakau, pada rokok elektrik (lebih tepatnya liquid rokok elektrik) terdapat kandungan nikotin. Nikotin ini adalah salah satu zat kimi yang membuat candu seseorang pada rokok. Orang yang kecanduan berat rokok, ketika orang tersebut tidak merokok akan menimbulkan rasa seperti stress, lebih tempramen dan memicu stress ringan.

Pada kasus tertentu ketika seseorang yang sudah kecanduan merokok akan merasa dirinya pusing dan lemas. Anehnya pada kasus tertentu ada orang yang sudah kecanduan rokok, namun ketika dia tidak merokok nafasnya menjadi berat dan sesak. Ketika menghisap rokok barulah nafasnya kembali lancar. Hal ini bukanlah kondisi yang baik bahkan bisa membahayakan, karena rokok bukanlah obat.

Gliserin

Gliserin adalah salah satu bahan yang terdapat pada makanan tertentu. Sifat gliserin ini adalah tidak berbau dan tidak berwarna, namun gliserin dapat menciptakan efek rasa manis. Gliserin memang dikategorikan termasuk zat yang aman dikonsumsi, namun belum ada penelitian yang menyebutkan efek ketika seseorang yang mengkonsumsi glisering secara berlebihan. Mengingat kandungan gliserin pada rokok elektrik cukup tinggi.

Perisa

Rokok elektrik menjadi populer dengan sangat cepat karena selain dapat memberikan efek sensasi seperti rokok tembakau, juga terdapat rasa-rasa yang tidak ada pada rokok biasa. Perisa pada liquid rokok elektrik ini antara lain adalah rasa buah-buahan, popcorn, cokelat, dan lain-lain. Perisa yang ditambahkan pada rokok elektrik ini adalah senyawa yang disebut dengan diasetil. Tidak ada penelitian pasti mengenai senyawa diasetil ini. Namun seperti dikutip dari alodokter.com, bahwa zat kimia diasetil ini beresiko menyebabkan penyakit paru-paru.

Bahan-bahan kimia lainnya yang tidak aman

Beberapa bahan kimia tidak aman yang terdapat pada rokok elektrik diantaranya adalah formalin, akrolein, timah, timbal, merkuri dan bahan-bahan kimia berbahaya lainnya. Bisa dibayangkan bukan sedikit saja bahan-bahan yang mengandung timah dan merkuri masuk pada jaringan tubuh, tentu efeknya bisa membahayakan.

Apakah rokok elektrik aman dan dapat menggantikan rokok tembakau?

Mungkin pertanyaan ini muncul bagi Anda yang sudah kecanduan rokok tembakau dan ingin berpindah ke rokok elektrik, atau Anda yang perokok tembakau tapi belum kecanduan dan ingin mencoba sensasi merokok elektrik dengan berbagai pertimbangan tertentu. Pertanyaannya apakah rokok elektrik dapat menggantikan rokok tembakau jika ditinjua dari faktor keamanannya?

Sebenarnya rokok elektrik denagn rokok tembakau itu tidak jauh berbeda, yakni sama-sama berbahaya. Misalnya rokok tembakau seperti yang sudah jelas tertera pada kemasannya yaitu bisa menyebabkan penyakit jantung, paru-paru, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin. Sedangkan pada vape dapat menyebabkan gangguan pernafasan akut meskipun tidak dalam jangka waktu yang pendek.

Begitu juga dengan jenis kandugnannya. Pada rokok tembakau terdapat kandungan zat nikotin, tar, arsenic, karbon monoksida dan lain-lain. Sedangkan pada rokok elektrik kandungan kimianya antaran lain nikotin, perisa, gliserin, timah, merkuri dan lain-lain.

Selain mengenai kandungannya didalamnya, perihal aturan pemerintah mengenai rokok elektrik ini juga belum ada. Sedangkan pada rokok tembakau memang sudah diatur dapam PP no. 109 sejak lama. Jadi Jika ditanya apakah rokok elektrik aman dan bisa menggantikan rokok tembakau? jawabannya tentu bisa. Namun ada beberapa hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum berpindah ke rokok elektrik.

Berpindah ke rokok elektrik dari rokok tembakau memang bisa dijadikan terapi bagi Anda yang selalu menempel dengan rokok tembakau. Ketika sudah merasakan rokok elektrik, tentu akan menghasilkan sensasi yang berbeda meskipun akhirnya sama-sama menghirup asap kimia. Namun setidaknya sedikit demi sedikit akan terlepas dari rokok tembakau.

Bahaya rokok elektrik

Banyak studi yang menyebutkan bahwa rokok elektrik lebih aman dari rokok tembakau. Namun demikian kata “lebih” aman masih jauh dari kata aman dan terbebas dari segala resiko yang ditimbulkan seperti kanker dan gangguan janin, mengingat pada rokok elektrik juga memiliki kandungan nikotin dan zat kimia lainnya yang mirip dengan zat yang terdapat pada rokok tembakau.

Berikut ini adalah beberapa bahaya dari rokok elektrik yang diambil dari beberaoa literatur media mainstream:

  1. Pada rokok elektrik terkandung beberapa zat seperti Tobacco spesific nitrosamines (TSNA) dan karbon monoksida yang pasti membahayakan kesehatan paru-paru dan pernafasan karena zat ini juga terdapat pada senyawa logam nikel dan timah.
  2. Propilen glikol atau disebut juga dengan glisering pada liquid vape atau rokok elektrik berfungsi untuk membuat uap air ketika dibakar. Beberapa dokter ahli mengatakan bahwa apabila uap dari hasil gliserin ini terhisap oleh hidung maka akan bersiko menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan meskipun hal ini tidak berlaku pada setiap orang.
  3. Meskipun tidak sebanyak rokok tembakau, kandungan nikotin pada rokok elektrik tentu memiliki resiko yang sama.
  4. Ketika sering mengkonsumsi rokok elektrik dapat menyebabkan meningkatnya kadar plasma karbon monoksida yang berakibat meningkatnya denyut jantung pada tubuh. Tidak jarang orang yang merokok, baik itu rokok tembakau maupun rokok elektrik memiliki denyut jantung yang tidak stabil atau sering berdebar-debar.
  5. Meskipun belum ada penelitian yang secara pasti dan akurat, beberapa pihak yang secara langsung meneliti rokok elektrik ini mengatakan bahwa kandungan liquid yang terdapat pada rokok elektrik memiliki 100 jenis racun yang lebih banyak daripada senyawa racun yang terdapat pada rokok tembakau biasa.

Demikian penjelasan mengenai apakah rokok elektrik aman untuk dikonsumsi. Tentu jika ingin mengubah polah hidup sehat, Anda harus berhenti total dari merokok baik itu rokok elektrik maupun roko tembakau karena memiliki resiko bahaya yang sama.