Yuk Kenal dan Lebih Waspada Sama Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner atau yang biasa juga disebut sebagai penyakit jantung memang salah satu pembunuh berbahaya di muka bumi ini. Sayangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap penyakit berbahaya ini belum cukup baik sehingga masih banyak yang tanpa disadari mengabaikan pola hidup sehat jantung. Nah, untuk mencegah lebih banyak korban dari penyakit jantung koroner, maka kita harus lebih kenal dan membekali diri dengan pengetahuan kewaspadaan berikut.

Apa Itu Jantung Koroner?

Yang disebut dengan penyakit jantung koroner ini ialah adanya pembentukan deposit lemak secara perlahan pada bagian dalam dinding pembuluh darah yang menyuplai otot jantung dengan darah atau arteri koroner. Ketika lemak ini semakin lama semakin menebal, ia akan menyumbat arteri sehingga menghambat aliran darah menuju jantung. Peristiwa ini biasa disebut juga dengan atherosklerosis. Sebenarnya tidak ada penyebab tunggal dari penyakit jantung koroner ini. Meski demikian, beberapa faktor berikut ini diyakini beresiko meningkatkan kemungkinan Anda untuk terkena penyakit ini, misalnya:

  • Merokok (aktif maupun pasif)
  • Kadar kolesterol tinggi
  • Kadar tekanan darah tinggi
  • Diabetes
  • Jarang bergerak
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Depresi, isolasi sosial dan kurangnya dukungan sosial.

Selain faktor tadi, secara alami penyakit jantung koroner ini juga beresiko untuk diderita oleh laki-laki dibanding perempuan, di usia yang semakin tua dan juga pada orang yang memiliki sejarah keluarga menderita jantung koroner sebelumnya.penyakit-jantung-koroner

Gejala-Gejala Jantung Koroner

Gejala paling umum yang terdeteksi apabila Anda menderita penyakit jantung koroner adalah angina atau adanya rasa sakit dan tidak nyaman pada dada, seperti terasa berat, tertekan, sakit, terbakar atau bahkan mati rasa. Meski seringnya terasa di dada, anginaini bisa terasa pula di bahu sebelah kiri, lengan, leher, punggung dan rahang. Gejala lain penyakit jantung koroner meliputi:

  • Nafas yang pendek
  • Jantung berdebar-debar tidak beraturan
  • Detak jantung yang sangat cepat
  • Lemah dan pusing
  • Mual
  • Keringat dingin

Mendiagnosa Jantung Koroner

Apabila Anda mengalami gejala-gejala seperti di atas, sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk melakukan diagnosa lebih lanjut seperti berikut ini:

  • Memeriksa gejala-gejala dan sejarah medis serta faktor-faktor resikonya.
  • Melakukan pemeriksaan fisik.
  • Melakukan tes diagnosa medis yang meliputi electrocardiogram (ECG atau EKG), tes latihan stres, electron beam (ultrafast) CT scan, cardiac catheterization dan sebagainya. Tes-tes ini sangat bermanfaat untuk dokter Anda mengevaluasi lebih lanjut penyakit jantung koroner Anda dan efeknya terhadap fungsi jantung. Selebihnya, hasil tes ini bisa dijadikan acuan medis untuk proses penyembuhan berikutnya.

Mengatasi Penyakit jantung koroner

Adapun perawatan yang diperlukan untuk menangani kasus jantung koroner ini harus komprehensif dan meliputi perubahan gaya hidup, pengobatan medis bakan harus melalui prosedur bedah operasi.

  • Mengurangi faktor-faktor resiko. Apabila Anda merupakan perokok, maka berhentilah. Selain itu, hindari pula makanan kemasan dan lakukan diet low-sugar, low-salt dan low-trans-fat sejak sekarang. Bagi Anda yang menderita diabetes, cek pula kadar gula darah Anda dan pastikan untuk menjaganya pada kadar yang normal. Selain itu, olahragalah dengan rutin, berdasarkan yang sudah disarankan dokter.
  • Pengobatan. Apabila hanya merubah gaya hidup tidak cukup, maka ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk diberikan obat yang dapat membantu jantung Anda bekerja lebih efisien dan mendapat lebih banyak darah kaya oksigen.
  • Operasi. Prosedur operasi yang biasa dilakukan meliputi ballon angioplasty (PTCA), stent placement dan bedahcoronary artery bypass yang berutujuan untuk meningkatkan suply darah ke jantung. Meski demikian, operasi tidak serta merta menyembuhkan penyakit jantung koroner, sehingga Anda masih harus rajin check-up rutin selanjutnya.